
Kapten tim Amerika Serikat Brandt Snedeker mengingatkan para pemainnya untuk tidak terlena oleh dominasi panjang AS menjelang Presidents Cup 2026 di Medinah, Illinois.
Ia menegaskan timnya harus memulai persaingan dari posisi 0-0 meski Amerika Serikat hampir selalu menguasai ajang tersebut.
Para pemain AS menjalani sesi latihan ringan pada Senin (21/9) dengan terbagi dalam tiga kelompok.
Suasana tampak santai, tetapi Brandt Snedeker menyebut dominasi AS sebagai persoalan yang harus dihadapi.
Amerika Serikat hanya sekali kalah dalam sejarah Presidents Cup, yakni ketika tim Internasional menang di Australia pada 1998.
Kekalahan tersebut terjadi 26 tahun lalu. Bahkan, tiga dari 24 pemain yang tampil pada Presidents Cup tahun ini belum lahir ketika kemenangan tersebut terjadi.
“Itu adalah gajah di dalam ruangan yang harus Anda hadapi,” kata Brandt Snedeker. “Hanya karena tim-tim sebelumnya sukses bukan berarti kami akan sukses. Kami harus menetapkan kembali standar untuk tim ini, memberi tahu mereka bahwa kami punya standar permainan dan kami mulai 0-0. Ke-12 pemain ini belum mencapai apa pun. Kami akan terus menanamkan itu kepada mereka.”
Tim Amerika Serikat memiliki keunggulan kedalaman berdasarkan peringkat dunia.
Sebanyak 10 dari 12 pemain mereka berada di 25 besar dunia. Dua pengecualian adalah Patrick Cantlay yang berada di peringkat ke-28 dan Jackson Koivun.
Cantlay telah menjadi salah satu pemain paling menentukan bagi AS dalam kompetisi beregu.
Sementara Koivun, 21 tahun, merupakan mantan pegolf amatir nomor satu dunia yang meraih kemenangan pada start ketiganya di PGA Tour sebagai pemain profesional.
Snedeker memilih Koivun karena menilai sang pegolf dapat membantu AS meraih kemenangan.
Koivun menjadi pemain pertama sejak Jordan Spieth pada 2013 yang memulai tahun tanpa kartu PGA Tour dan mengakhirinya dengan tampil di Presidents Cup.
Snedeker juga menolak anggapan bahwa Presidents Cup seharusnya menjadi pengalaman persiapan Koivun untuk Ryder Cup 2027.
“Tugas kami sebagai kapten dan wakil kapten Presidents Cup adalah menempatkan 12 pemain terbaik di lapangan. Menganggap ini sebagai sesi latihan adalah sesuatu yang menggelikan,” katanya.
Di kubu Internasional, Si Woo Kim menjadi pemain dengan peringkat tertinggi di posisi ke-14 dunia. Ia menjadi pegolf pertama yang menghasilkan US$10 juta dalam satu musim PGA Tour tanpa meraih kemenangan.
Tim Internasional juga diperkuat empat debutan, termasuk Ryan Fox. Pegolf Selandia Baru berusia 39 tahun itu menunjukkan ketangguhannya dengan menjuarai British Open melalui birdie di lubang terakhir.
Sementara itu, Adam Scott akan tampil untuk ke-12 kalinya, menyamai rekor Presidents Cup milik Phil Mickelson. Pegolf Australia berusia 46 tahun itu belum pernah berada di tim pemenang.
“Saya diberi kesempatan lain. Mungkin ini yang terakhir,” kata Scott.
Kapten Internasional Geoff Ogilvy mengakui sejarah menjadi tantangan terbesar timnya. Internasional belum pernah menang di tanah Amerika, meski mereka pernah membawa persaingan hingga laga terakhir pada 2005 dan 2015.
“Kemenangan pertama, setelah waktu yang sangat lama, mungkin lebih sulit daripada ketika Anda selalu menang. Namun, kami semakin dekat setiap saat,” ujar Ogilvy.
Salah satu faktor yang dinilai dapat membantu Internasional adalah Medinah. Perusahaan desain milik Ogilvy, OCM, terlibat dalam renovasi lapangan tersebut.
Namun, Ogilvy mengakui keunggulan itu kemungkinan hanya bersifat sementara karena pegolf profesional cepat beradaptasi dengan lapangan.
“Saya berharap ada sedikit keuntungan. Para pemain akan mendapat sedikit suntikan kepercayaan diri karena kapten mereka membangun lapangan ini. Itu mungkin lebih bersifat psikologis daripada nyata. Namun, kita lihat nanti,” kata Ogilvy.
Artikel Tag: ryder cup, brandt snedeker, presidents cup
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/golf/brandt-snedeker-ingatkan-as-untuk-tak-terlena-jelang-presidents-cup-2026
