Wednesday, September 23News That Matters

Coba Jujur, Kamu itu Bisa Dihargai ya karena Bapakmu


Wacana Berita, Jakarta –

Panggung Padhang Bulan Fest yang digelar di Yogyakarta pada September 2026 mempertemukan dua figur publik yang banyak diidolakan, yakni KH Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) dan Sabrang Mowo Damar Panuluh (Mas Sabrang).

Dalam sesi diskusi santai tersebut, perbincangan mengerucut pada realitas sosial, privilege, hingga beban ekspektasi yang harus dipikul karena lahir sebagai anak dari tokoh besar.

Dalam pemaparannya, Gus Kautsar dengan rendah hati merefleksikan posisi sosialnya di tengah masyarakat. Ia mengakui secara terbuka bahwa penghormatan publik yang ia terima saat ini sangat erat kaitannya dengan kebesaran nama sang ayah.

“Saya ini setengah kiai. Coba kalian jujur, kita dimuliakan dan dihargai oleh semua orang karena apa?,” kata Gus Kautsar yang duduk bersebelahan dengan Sabrang.

“Apa? Gara-gara bapaknya!,” kata Gus Kautsar diikuti gelak tawa dari para jamaah.

Menjawab ‘sindiran’ itu, Sabrang lalu menjawab:

“Jangan sekadar melihat ‘Gus’-nya, tapi karena bapaknya. Itu benar, tapi juga salah, karena saya kan tidak bisa memilih siapa bapak saya,” ungkap Sabrang.

Diketahui, Sabrang merupakan putra biologis dari budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun, sementara Gus Kautsar adalah putra dari ulama kharismatik PP Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Djazuli.

Menyambung tema privilege tersebut, Mas Sabrang turut membagikan perspektif dari kacamata anak seorang tokoh budayawan nasional. Di balik penghormatan publik terhadap nama besar keluarganya, ada sisi disiplin, gemblengan mental, dan tuntutan yang tinggi di dalam ranah keluarga.

“Kamu tidak tahu bagaimana rasanya dimarahi oleh bapakku,” ujar Sabrang, memberikan gambaran betapa tegasnya didikan seorang Cak Nun.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *