Wednesday, September 23News That Matters

Era Farhan-Erwin, Mahasiswa Tawarkan Solusi Persoalan Kota Bandung


KORAN MANDALA – Ketua HMI Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung, Faris Jihadi Hanifa, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat penyelesaian persoalan dasar masyarakat.

‎Menurut Faris, penanganan sejumlah persoalan mulai dari sampah, kemacetan, banjir hingga infrastruktur tersebut tidak cukup hanya dilakukan ketika masalah sudah terjadi.

‎Pemkot Bandung dinilai perlu memperkuat langkah pencegahan dan memastikan program yang dijalankan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

1. ‎Sampah

Terkait persoalan sampah, Faris mendorong Pemkot Bandung tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA).

‎”Berbicara masalah sampah pemerintah  jangan hanya memikirkan gimana caranya sampah itu diangkut lalu dibuang. Tapi Pemkot juga harus mulai serius nih mikirin dari sumbernya. Contoh, kayak mendorong setiap RW untuk memilah sampah dan memperkuat juga  bank sampah. Jadi, kita bisa lihat juga sebenarnya berapa banyak  sampah yang berhasil dikurangi sebelum masuk ke TPA.” Ujarnya Rabu (23/9/2026)

2. ‎Kemacetann

Faris menilai bahwasannya kemacetan jangan hanya mengandalkan pelebaran jalan, Tetapi pemkot harus serius menangani masalah ini yang memang menjadi sumber kemacetan

“‎Kalau soal kemacetan itu menurut saya solusinya itu jangan hanya di pelebaran jalan aja. Karena kalau kendaraan terus bertambah, jalan diperlebar pun lama-lama macet-macet juga.Pemkot ini harus lebih-lebih serius gitu membenahi transportasi publik. Kemudian titik-titik seperti parkir liar, angkot  yang ngetem sembarangan, terus juga kayak persimpangan yang memang jadi sumber kemacetan harus ditertibkan.” Ungkapnya

3. Banjir

Sementara untuk persoalan banjir, Faris mendorong Pemkot Bandung memperkuat langkah pencegahan, terutama di wilayah yang memiliki potensi genangan saat hujan deras.

‎”Untuk banjir itu saya kira kita itu jangan hanya selalu bergerak setelah banjir terjadi. Harus lebih banyak pencegahan. Misal kayak drainase yang bermasalah mulai diperbaiki, terus daerah-daerah yang  rawan itu dipetakan di- ditangani secara khusus. Jadi, bukan setiap hujan besar baru  pada sibuk melakukan penanganan.” tuturnya

4. Infrastruktur

Untuk infrastruktur, Faris menilai pembangunan baru harus diimbangi dengan perawatan fasilitas yang sudah ada.

‎”Kalau infrastruktur itu menurut saya jangan hanya fokus membangun yang baru, Tapi juga Yang sudah ada harus benar-benar dirawat, terus kayak jalan rusak, trotoar, drainase, terus penerangan jalan, itu kan langsung dirasakan dampaknya sama masyarakat.” Ujarnya

Faris juga menyoroti pentingnya sistem pengaduan yang jelas agar laporan warga ditindaklanjuti dan progres perbaikannya dapat dipantau.

‎”Pemkot itu harus punya sistem yang jelas, kayak masyarakat melapor kemudian ada tindak lanjut dan masyarakat juga bisa ngelihat progres perbaikannya. Kalau secara umum sih menurut saya yang paling penting itu pemerintah jangan hanya mengejar program yang kelihatan bagus secara visual aja. Tapi juga memastikan persoalan sehari-hari masyarakat, ya artinya persoalan sehari-hari masyarakat ini benar-benar diselesaikan.” tambahnya

‎Menurut Faris, keberhasilan Pemkot Bandung pada akhirnya dapat diukur dari dampak kebijakan yang dirasakan langsung oleh warga.

‎”Karena kan keberhasilan pemerintah kota itu kalau menurut saya itu kan sederhana . Apakah warga merasa lebih mudah beraktivitas, kayak lebih nyaman, dan juga masalah-masalah dasar-dasarnya itu benar-benar berkurang.” tandasnya



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *