Wednesday, September 23News That Matters

Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga


Wacana Berita, Jakarta –

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Mata uang Garuda terparkir di level Rp17.817 atau menguat 67 poin dibandingkan posisi penutupan. sebelumnya di Rp17.884 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah dipicu oleh sentimen dari Bank Indonesia. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%. 

Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Alasan utama BI Rate kembali dipertahankan iala stabilitas kurs rupiah masih terus bisa dijaga sekaligus mendorong tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sambil menekan inflasi.

“BI selanjutnya menyatakan akan terus memperkuat kebijakan insentif guna menarik aliran masuk modal asing,” kata Ibrahim kepada wartawan.

Langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing. Pada sisi lain, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran akan tetap diarahkan untuk memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Jelang Pengumuman BI Rate

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian pembayaran kembali obligasi BLBI pemerintah senilai Rp218 triliun kepada Bank Indonesia pada 24 Agustus 2026, yang menuntaskan kewajiban sejak masa krisis keuangan Asia tahun 1997–1998. 

Kewajiban tersebut dibayarkan secara rutin melalui Anggaran Pendapatan Negara (APBN). Dalam membayar seluruh kewajiban, pemerintah menggunakan skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dana tersebut bersumber dari sisa surflus BI yang dihasilkan dari kegiatan operasional.  

Penyelesaian utang ini dipandang sebagai tonggak sejarah penting bagi kebijakan makroekonomi Indonesia. Pemerintah melalui Menkeu Suahasil menekankan bahwa proses panjang ini harus menjadi pembelajaran luar biasa dalam mengelola keuangan negara di masa depan agar terhindar dari krisis serupa.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *