
Berita Golf – Haotong Li akhirnya menemukan permainan terbaiknya di Biltmore Championship Asheville. Setelah mencatat 1 under par pada putaran pertama dan 4 under par pada putaran kedua, Li tampil luar biasa pada ronde ketiga dengan membukukan skor 61.
Skor tersebut menjadi yang terendah sepanjang turnamen hingga putaran ketiga sekaligus menjadi skor terbaik dalam satu ronde sepanjang karier Li di PGA Tour. Hasil itu membuat pegolf berusia 31 tahun tersebut melesat ke posisi ketujuh dengan total 15 under par.
Penampilan impresif Li datang pada waktu yang sangat penting. Ia sedang berusaha mempertahankan kartu PGA Tour setelah mengalami periode sulit sepanjang musim 2026.
Li belum pernah lolos cut di turnamen PGA Tour sejak 3M Open pada Juli lalu. Setelah melewati rangkaian turnamen yang mengecewakan, ia akhirnya mendapatkan kembali kepercayaan dirinya di lapangan Cliffs at Walnut Cove.
“Saya hanya berusaha bertahan. Ini tahun pertama saya mengikuti FedEx Cup Fall dan saya hanya ingin mempertahankan kartu serta mendapatkan hasil yang solid. Semoga saya bisa bermain lebih banyak di Amerika,” ujar Li.
Performa Li pada putaran ketiga juga tidak terlepas dari perubahan yang dilakukannya pada permainan pendek, terutama putting. Ia mengaku sempat berkali kali mengganti putter karena kesulitan menemukan kepercayaan diri di atas green.
“Akhir akhir ini saya sering mengganti putter. Mungkin setiap minggu karena saya kesulitan dengan putting dan mengatur kecepatan. Saya juga mengubah cara melakukan alignment pada bola,” kata Li.
Menurut Haotong Li, perubahan tersebut mulai memberikan hasil positif. Ia kini merasa lebih nyaman dengan putter yang digunakan dan berharap performanya dapat berlanjut pada putaran final.
Li sebenarnya bukan pemain yang minim prestasi. Ia sudah mengoleksi lima kemenangan di berbagai turnamen internasional, tetapi belum pernah memenangkan turnamen PGA Tour sepanjang kariernya.
Musim 2026 sempat dimulai dengan cukup menjanjikan. Li berhasil mencatat empat kali lolos cut dalam lima turnamen pertama dan dua kali finis di 15 besar, masing masing di The American Express dan Farmers Insurance Open.
Namun, setelah itu performanya merosot tajam. Dari 17 turnamen PGA Tour berikutnya yang diikutinya, Li gagal lolos cut sebanyak 13 kali dan tidak pernah finis lebih baik dari posisi ke 35.
Situasi tersebut membuat Li memasuki Biltmore Championship dengan posisi ke 133 klasemen FedEx Cup. Sementara itu, 125 pegolf teratas berhak mendapatkan status PGA Tour dengan ketentuan yang berlaku untuk musim berikutnya.
Li terpaut 22 poin dari Jesper Svensson yang berada di posisi ke 125 sebelum turnamen dimulai. Penampilan gemilang di Asheville kini memberinya kesempatan untuk memangkas jarak tersebut.
Persaingan untuk memenangkan Biltmore Championship tetap sangat ketat. Neal Shipley memimpin dengan 21 under par, disusul Ben Kohles dengan 19 under, sementara Eric Cole dan Ricky Castillo berada di 17 under.
Meski masih terpaut cukup jauh dari pemuncak klasemen, posisi Li di 15 under par membuatnya memiliki peluang memperbaiki posisinya dalam persaingan kartu PGA Tour.
Yang terpenting bagi Li, ia berhasil mengembalikan rasa percaya diri setelah melewati periode sulit.
“Saya merasa permainan saya mulai menyatu hari ini, terutama dalam beberapa pekan terakhir. Saya pergi ke Eropa dan mendapatkan sedikit kepercayaan diri. Putting saya juga sangat bagus hari ini, jadi saya sangat puas dengan skor ini,” ujar Li.
Dengan satu putaran tersisa, Haotong Li kini memiliki kesempatan mengubah kebangkitan tersebut menjadi hasil penting dalam upayanya mempertahankan status sebagai pemain PGA Tour.
Artikel Tag: golf news, pga tour, fedex cup
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/golf/haotong-li-catat-skor-terbaik-dalam-karier-pga-tour-di-asheville
