Sunday, September 20News That Matters

Pak Purbaya Tidak Ada Masalah, Dia Pencetak Gol Ulung


Wacana Berita, Jakarta –

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) masih memunculkan berbagai spekulasi mengenai alasan di balik pergantian tersebut. Salah satunya anggapan bahwa Purbaya dicopot karena tidak mampu memenuhi ekspektasi Presiden Prabowo Subianto.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Fithra Faisal membantah anggapan tersebut. Menurutnya, pencopotan Purbaya sama sekali tidak berkaitan dengan masalah kinerja ataupun kegagalan mencapai target ekonomi.

Untuk menggambarkan situasi tersebut, Fithra mengibaratkan Purbaya seperti pemain bintang yang justru ditarik keluar oleh pelatih setelah mencetak gol. Analogi itu ia sampaikan saat hadir sebagai narasumber dalam program Interupsi yang tayang di YouTube Official iNews baru-baru ini. 

Baca Juga: Eks Stafsus Sri Mulyani Sentil Klaim Purbaya Bersih-bersih Mafia di Kemenkeu

“Bayangkan dalam sebuah pertandingan sepak bola, Kylian Mbappe mencetak dua gol, dan ketika dia sedang merayakan gol, tiba-tiba (pelatih) Mourinho langsung memanggilnya untuk melakukan pergantian pemain,” kata Fithra dalam program Interupsi yang tayang di YouTube Official iNews baru-baru ini.

“Itu yang juga terjadi dengan Pak Purbaya, tidak ada masalah, beliau adalah pencetak gol ulung,” lanjut dia.

Fithra kemudian memaparkan sejumlah indikator makroekonomi yang menurutnya menunjukkan bahwa kinerja ekonomi selama Purbaya menjabat tidak bermasalah. 

“Kalau kita lihat bagaimana pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I sebesar 5,61 persen, kuartal II sebesar 5,29 persen, dan secara rata-rata semester I mencapai 5,45 persen. Itu sudah di atas rata-rata 10 tahun terakhir,” paparnya.

Baca Juga: Sahabat Bicara Nasib Purbaya Usai Dicopot: Prabowo Bisa Saja Panggil Lagi Isi Jabatan…

Ia juga membandingkan capaian tersebut dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional pada periode 2014 hingga 2024, dengan mengecualikan masa pandemi. Dalam rentang tersebut, rata-rata pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,07 persen.

Dari indikator itu, Fithra menilai Purbaya telah mencatatkan pencapaian yang signifikan bagi perekonomian negara. Selain pertumbuhan ekonomi, ia juga menyoroti kondisi fiskal sebagai salah satu indikator untuk membantah anggapan bahwa kinerja Purbaya bermasalah.

Berdasarkan laporan semester I APBN, Fithra menyebut pendapatan negara atau revenue mencapai Rp1.459 triliun, dengan pertumbuhan secara year-on-year (yoy) sebesar 21,4 persen. Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen secara yoy.

Oleh karena itu, ia kemudian menjelaskan bahwa pergantian di tengah perjalanan kabinet lebih berkaitan dengan kebutuhan strategi tim dan menjadi hak prerogatif Presiden sebagai pemimpin kabinet.

“Kita harus melihat bagaimana kebutuhan tim. Itu adalah hak prerogatif Presiden dalam konteks kabinet, melihat kebutuhan timnya agar butuh lebih seimbang dari sisi ini, sehingga kita bisa mempertahankan keunggulan,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *