
Presiden Prabowo Subianto memuji gaya pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor yang dinilainya singkat dan efisien saat menyampaikan sambutan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Prabowo menyinggung sambutan pimpinan Gontor yang tidak terlalu panjang dalam menyebut tamu undangan. Ia membandingkannya dengan kebiasaan dalam sejumlah acara yang mencantumkan daftar tamu kehormatan secara panjang.
“Tadi pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor telah memberi sambutan dan sambutannya sangat modern dan sangat efisien,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, penyebutan tamu undangan dengan sapaan “yang terhormat” secara berulang kerap membuat sambutan menjadi panjang dan memakan waktu.
“Masalahnya ya yang terhormat, yang terhormat, yang terhormat panjang sekali. Dan itu memakan waktu cukup banyak,” katanya.
Namun, Prabowo mengatakan dirinya tetap perlu menyapa sejumlah tokoh yang hadir karena posisinya sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Tapi tadi itu pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal beliau adalah panglimanya di sini. Saya ini tamu. Jadi saya terpaksa harus menyapa satu-satu. Tidak apa-apa kan?” ujar Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Ungkap RI Siapkan Bensin dari Sawit dan Batu Bara
Baca Juga: Prabowo: Gontor Jangan Berpolitik Praktis, tapi Harus Paham Politik
Baca Juga: Prabowo Sebut Ribuan Kapal Nelayan Akan Dibangun Tahun Depan
Ia menjelaskan, sebagai presiden sekaligus pemimpin politik, dirinya perlu berhati-hati agar tidak menyinggung pihak yang hadir dengan tidak menyebut nama mereka.
“Karena saya Presiden Republik Indonesia. Presiden Republik Indonesia itu jabatan negara tapi juga jabatan politik. Kalau pemimpin politik tidak bisa menyinggung perasaan siapapun,” katanya.
Setelah itu, Prabowo menyapa sejumlah pimpinan Gontor, pejabat negara, duta besar negara sahabat, serta tokoh lainnya yang hadir dalam acara tersebut.
