Saturday, September 19News That Matters

PNM Sulap Lorong Kota Menjadi Sumber Pangan Lewat Program Agro Urban Madani


Wacana Berita, Jakarta –

Tinggal di kawasan padat membuat sebagian keluarga perkotaan tidak memiliki halaman atau lahan untuk bercocok tanam. Rumah berdiri berdekatan, sementara lorong dan gang menjadi ruang bersama untuk berbagai aktivitas warga. Di tengah keterbatasan tersebut, kebutuhan akan pangan bergizi tetap hadir setiap hari.

Kondisi ini mendorong PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menghadirkan Agro Urban Madani, program ketahanan pangan yang memanfaatkan ruang terbatas di kawasan padat penduduk untuk membudidayakan sayuran dan berbagai komoditas pangan lainnya.

Bagi sebagian nasabah PNM Mekaar yang tinggal di lingkungan padat, keterbatasan lahan menjadi tantangan untuk bercocok tanam. Tidak adanya halaman belakang atau tanah kosong membuat hidroponik menjadi salah satu pilihan untuk memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar tempat tinggal.

Lorong yang sehari-hari menjadi jalur aktivitas warga kini dapat dimanfaatkan sebagai area tanam. Ruang komunal juga menjadi tempat warga belajar merawat tanaman bersama. Saat panen tiba, hasilnya dapat dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Salah satunya dirasakan Dewi, nasabah PNM Mekaar di Sukmajaya, Depok. Bersama anggota kelompoknya, ia menanam pakcoy, kangkung, dan bayam di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama, mulai dari menanam dan merawat hingga memanen. Sayuran yang tumbuh tak jauh dari rumah kemudian dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah, sekarang jadi ada kegiatan yang bisa dilakukan bareng ibu-ibu. Kalau sudah panen biasanya bisa dibawa pulang untuk dimasak buat keluarga. Lumayan jadi hemat uang belanja,” ujar Dewi dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Pengalaman Dewi menjadi salah satu gambaran manfaat Agro Urban Madani. Program ini telah hadir di 10 titik lainnya dan menjangkau ratusan nasabah PNM Mekaar. Selain membudidayakan tanaman, para nasabah juga dilibatkan dalam pemanfaatan ruang di lingkungan tempat tinggal agar lebih produktif.

Baca Juga: PNM Mekaar Bantu UMKM Kerajinan Raih Omzet Rp5 Juta

Baca Juga: Danantara: PNM Bakal Masuk Kopdes untuk Berantas Rentenir di Desa

Baca Juga: Nasabah PNM Mekaar Ini Ubah Modal Rp2 Juta Jadi Usaha Beromset 10 Kali Lipat Perhari

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan program ketahanan pangan tersebut dapat menjadi wadah bagi nasabah untuk belajar memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus mendorong produktivitas.

“Pengetahuan tentang budidaya dapat dibagikan, proses menanam sampai memanen menjadi aktivitas yang bisa memperkuat gotong royong, dan bisa dijual untuk menambah pendapatan. Konsep ini sesuai dengan semangat pemberdayaan PNM,” jelas Kindaris.

Bagi PNM, pemberdayaan tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Di tengah padatnya kawasan perkotaan, ruang-ruang terbatas di sekitar rumah pun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan, mempererat kebersamaan warga, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *