Saturday, September 19News That Matters

Presiden Biar Pak Prabowo Saja


Wacana Berita, Jakarta –

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas melontarkan kelakar soal Pilpres 2029 saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (18/9/2026) malam. Di hadapan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan sejumlah elite partai, Zulhas menyebut posisi presiden sebaiknya tetap ditempati Prabowo Subianto.

Awalnya, Zulhas berbicara soal beratnya menjadi ketua umum partai. Ia kemudian mengaitkan beban tersebut dengan posisi yang jauh lebih tinggi, yakni sebagai presiden.

“Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga. Ketum partai berat. Apalagi jadi presiden, apalagi presiden. Saya kira Pak Bahlil sama saya sepakat,” ujar Zulhas.

Pernyataan tersebut langsung disambut gelak tawa Bahlil dan para peserta HUT PAN. Zulhas kemudian melanjutkan kelakarnya dengan menyebut Prabowo sebagai sosok yang cukup menjadi presiden.

“Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?” timpal Zulhas.

Bahlil merespons kelakar tersebut dengan mengacungkan jempol. Sementara itu, Prabowo yang berada di lokasi hanya mengangkat tangan memberi salam dan melempar senyum tipis.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam perayaan HUT ke-28 PAN. Pasalnya, pembicaraan mengenai Pilpres 2029 mulai muncul meski kontestasi tersebut masih menyisakan waktu cukup panjang.

Zulhas juga sempat menyinggung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam sambutannya. Ia membandingkan Cak Imin dengan Bahlil dalam konteks keinginan untuk maju sebagai calon presiden.

“Bedanya sedikit, Pak Bahlil bersama saya mungkin enggak nyapres, kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak,” ujar Zulhas.

Cak Imin yang mendengar pernyataan tersebut langsung tertawa dan mengangkat tangan ke dada sebagai respons atas kelakar Zulhas. Suasana di lokasi pun kembali diwarnai tawa para peserta acara.

Zulhas kemudian melontarkan kelakar lainnya kepada Presiden PKS Al Muzammil Yusuf. Ia menyebut Muzammil sudah menjadi presiden sehingga tidak lagi memiliki cita-cita untuk menduduki posisi tersebut.

“Presiden Partai Keadilan Sejahtera Doktor Al Muzzammil Yusuf, kalau Pak Muzammil sudah jadi presiden, Pak. Jadi tidak cita-cita lagi,” ujar Zulhas.

Rangkaian kelakar tersebut memperlihatkan bagaimana Zulhas menyelipkan pembicaraan mengenai kontestasi politik mendatang di tengah acara internal partainya. Namun, pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana sambutan dan candaan, sehingga tidak dapat dimaknai sebagai deklarasi resmi mengenai arah pencalonan PAN untuk Pilpres 2029.

Selain membahas figur dan Pilpres 2029, Zulhas juga menyampaikan sikap PAN mengenai wacana kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi 5 persen. Ia mengatakan PAN siap mengikuti keputusan yang disepakati bersama oleh partai-partai dalam koalisi.

“Ya, kita kan koalisi ya dengan teman-teman Gerindra dan lain-lain. Kita yang penting musyawarah mufakat. Ya, kan? Aslinya kita ini kan kekeluargaan, gotong royong, musyawarah mufakat. Kami apa saja kalau disepakati, kami ikut. Termasuk soal PT (parlementary threshold), kami ikut. Tapi harus ada kesepakatan kebersamaan, itu aja. Itu yang paling penting, ya,” kata Zulhas kepada wartawan.

Baca Juga: Zulhas Tegaskan PAN Tetap Bersama Prabowo, Tiga Kali Koalisi Baru Berbuah Kemenangan

Sikap tersebut disampaikan setelah muncul pembahasan mengenai ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029. Sebelumnya, sejumlah partai koalisi pemerintah disebut menyepakati angka 5 persen, naik dari ambang batas 4 persen pada Pemilu 2024.

Mahkamah Konstitusi sebelumnya memerintahkan pembentuk undang-undang untuk mengubah ketentuan ambang batas parlemen dalam Putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023. Putusan tersebut dibacakan pada 29 Februari 2024 setelah perkara diajukan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Meski demikian, dalam sambutannya Zulhas tidak mengaitkan secara langsung wacana ambang batas parlemen tersebut dengan kelakar mengenai Pilpres 2029. Dua isu tersebut muncul dalam kesempatan yang sama dalam rangkaian acara HUT ke-28 PAN.

Hingga saat ini, kelakar Zulhas mengenai Prabowo, Bahlil, Cak Imin, dan Muzammil lebih menggambarkan suasana politik yang mulai menghangat menjelang Pemilu 2029. Sementara mengenai arah pencalonan presiden, pernyataan tersebut belum menjadi keputusan resmi PAN mengenai siapa yang akan diusung pada kontestasi mendatang.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *