
Berita Liga Italia: Jurnalis Italia, Peppe Di Stefano mengkritik sistem rotasi pemain Ruben Amorim dan mendesak agar sang pelatih menetapkan susunan pemain utamanya.
Sistem rotasi pemain yang diterapkan Ruben Amorim di AC Milan menjadi sorotan tajam usai kekalahan 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Jurnalis Italia, Peppe Di Stefano menilai pendekatan tersebut sudah tidak lagi efektif bagi tim.
Berbicara dalam siaran Sky Sport Italia, Di Stefano menjelaskan bagaimana pentingnya starting XI tetap, yang belum terlihat di Milan hingga pekan ke-5 Serie A.
“Ini tentu masa yang rumit dan perlu direnungkan, juga karena kita perlu memahami dengan tepat apa yang diinginkan Ruben Amorim.” ujar Di Stefano.
“Sistem rotasi ini, yang dirancang untuk menjaga seluruh tim tetap hidup dan memberi kesempatan bermain kepada semua orang, tidak bagus. Kemarin di babak pertama, Milan sama sekali tidak punya peluang mencetak gol. Mereka tim tanpa pemimpin.”
“Seperti dikatakan Riccardo Montolivo, yang juga pernah menjadi kapten Milan, ada kekurangan karakter di lini tengah, bahkan di seluruh lapangan.”
“Keputusan soal susunan pemain akan diambil dalam 48 jam ke depan, karena tidak ada lagi ruang untuk risiko tambahan dan rotasi sudah tidak lagi berjalan efektif. Beberapa gagasan utama Amorim sejak musim panas juga sudah ditolak sejauh ini.
“Loftus-Cheek adalah eksperimen yang gagal, begitu juga Chukwueze, yang bahkan tidak tampil baik sebagai bek kanan karena tidak mampu mengimbangi tim-tim besar.”
Artikel Tag: liga europa, ac milan, peppe di stefano
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/kritik-sistem-rotasi-ruben-amorim-peppe-di-stefano-minta-starting-xi-tetap
