Friday, September 18News That Matters

Kronologi sopir travel asal Toraja ditembak di Wamena

Jakarta (ANTARA) – Perjalanan seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Bapak Tasya, berakhir tragis setelah kendaraan yang dikemudikannya dihentikan kelompok bersenjata di jalur Wamena menuju Mbua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang telah terbakar di kawasan Danau Habema.

Kronologi penghadangan

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT. Saat itu, Aris sedang mengemudikan kendaraan lajuran dari Wamena menuju Mbua dengan membawa penumpang.

Menurut keterangan Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, rombongan kendaraan yang melintas di jalur tersebut dihentikan sekelompok orang bersenjata di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.

Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan para penumpang. Setelah pemeriksaan, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena.

Sementara itu, Aris dipisahkan dari rombongan dan dibawa menuju kawasan Danau Habema. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti aparat keamanan dengan melakukan pencarian terhadap korban.

Baca juga: Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas ditembak

Sopir sempat disandera

Dalam perkembangan informasi mengenai kasus tersebut, Aris disebut sempat disandera oleh kelompok bersenjata. Rekaman video yang beredar memperlihatkan korban berada di tengah jalan dan dikelilingi sejumlah orang yang membawa senjata.

Dalam rekaman tersebut, korban juga terlihat diminta memegang bendera Bintang Kejora dan menyampaikan pernyataan mengenai Papua. Polisi dan aparat keamanan masih mendalami rekaman serta rangkaian kejadian tersebut sebagai bagian dari penyelidikan.

Informasi mengenai penyanderaan tersebut juga dilaporkan sejumlah media setelah video kejadian beredar.

Jenazah ditemukan di dalam mobil

Pada Rabu (16/9), personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Dalam pencarian tersebut, tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar di kawasan Danau Habema. Jenazah Aris ditemukan berada di dalam kendaraan tersebut.

Kondisi kendaraan dan jenazah mengalami kerusakan akibat kebakaran. Jenazah kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, pada Rabu pagi, aparat masih menyatakan jenazah dan kendaraan korban belum ditemukan karena proses pencarian terkendala kondisi cuaca dan kabut tebal di sekitar lokasi. Beberapa jam kemudian, tim gabungan berhasil menemukan kendaraan sekaligus jenazah korban.

Baca juga: Jenazah korban penembakan Danau Habema diberangkatkan ke Makassar

Polisi lakukan olah TKP

Setelah jenazah ditemukan, aparat gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan barang bukti dan mengungkap rangkaian peristiwa.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Wamena untuk pemeriksaan. Aparat juga melakukan penyelidikan terhadap lokasi penghadangan dan lokasi ditemukannya kendaraan korban.

Dari penyelidikan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kendaraan dan korban. Aparat juga mendalami dugaan penggunaan senjata api dalam peristiwa tersebut.

Korban disebut sopir lajuran

Aris Sanda diketahui merupakan sopir lajuran yang melayani perjalanan masyarakat dari Wamena menuju wilayah pedalaman, termasuk jalur menuju Mbua.

Menurut keterangan TNI, korban sedang menjalankan pekerjaannya dan membawa kebutuhan logistik serta melayani transportasi masyarakat ketika peristiwa tersebut terjadi.

Aparat kemudian melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. TNI menyebut kelompok yang diduga bertanggung jawab berkaitan dengan OPM Kodap III Ndugama. Penyidikan masih dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.

Penyelidikan masih berlangsung

Hingga Kamis (17/9), aparat masih mendalami kasus kematian Aris Sanda. Penyidikan dilakukan untuk memastikan kronologi mulai dari penghadangan, pemisahan korban dari rombongan, dugaan penyanderaan dan penembakan, hingga pembakaran kendaraan.

Karena proses hukum masih berjalan, informasi mengenai pelaku dan motif kejadian masih mengacu pada keterangan aparat serta hasil penyelidikan yang telah disampaikan kepada publik.

Baca juga: Komisi I DPR: Penembakan sopir di Papua ancam keselamatan warga sipil

Baca juga: Pansus DPD RI minta pemerintah evaluasi penyelesaian konflik di Papua

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *