
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, angkat bicara menepis isu miring yang menyebut dirinya ‘menghilang’.
Narasi tersebut mencuat tak lama setelah Kmisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus dugaan korupsi dan mafia tanah di lingkungan BPN.
Dengan nada santai dan berseloroh, Nusron membantah keras tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menghilang atau menghindar dari pantauan publik, melainkan hanya sedang menjalankan ibadah.
“Ternyata salat tadi itu. Masa kita bisa menghilang kayak jin, ya?” kelakar Nusron kepada awak media di Jakarta, Jumat (18/9).
Terkait namanya yang sempat dikait-kaitkan menyusul penanganan kasus oleh lembaga antirasuah tersebut, politikus Partai Golkar ini menegaskan sikap hormatnya terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Nusron menyatakan komitmen penuhnya untuk bersikap kooperatif membantu kelancaran tugas penegakan hukum di KPK.
“Pertama, kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan membantu proses yang ada di sini,” tegasnya.
Lebih jauh, Nusron justru melihat pengungkapan kasus mafia tanah ini dari kacamata positif. Ia menaruh harapan besar agar langkah tegas KPK dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan dan pembersihan birokrasi di internal kantor pertanahan secara menyeluruh.
“Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor pertanahan,” imbuhnya.
Di tengah sorotan publik terhadap instansinya, Nusron memberikan garansi bahwa kinerja Kementerian ATR/BPN akan tetap berjalan seperti biasa. Ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tetap fokus melayani masyarakat.
“Insya Allah tidak terganggu. Kami minta tetap solid, pelayanan tetap jalan, peralihan hak 10 hari tetap jalan, pengukuran terjadwal tetap jalan,” urai Nusron.
Sebagai langkah perbaikan ke depan, ia juga berjanji akan memperketat pengawasan di internal Kementerian ATR/BPN. “Pasti, pasti (diperketat),” pungkasnya mantap.
Dalam penyampaian klarifikasinya tersebut, Nusron Wahid tampak didampingi oleh sejumlah pejabat teras kementerian, di antaranya Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan dan Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Agung Darmawan.
