Friday, September 18News That Matters

PDIP Tuding Jokowi ke NTT Cuma untuk Pencitraan dan Kabur dari Pengadilan Ijazah Palsu


Wacana Berita, Jakarta –

Kunjungan mantan Presiden Jokowi ke lokasi terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kritik tajam dari PDIP.

Diketahui Jokowi mengunjungi warga korban penyintas gempa NTT dan memutuskan untuk bermalam di tenda pengungsian di Pulau Palue, NTT.

Sepanjang malam, ia menghabiskan waktu duduk beralaskan seadanya bersama warga, berdialog, dan mendengarkan langsung berbagai kesulitan yang mereka hadapi pascabencana.

Salah satu persoalan mendesak yang banyak dikeluhkan oleh para pengungsi adalah sulitnya mendapatkan akses air bersih.

Merespons keluhan tersebut, Jokowi mengakui bahwa kewenangannya saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan saat ia masih menjabat sebagai presiden.

“Saya enggak bisa apa-apa, saya pensiunan,” ucap Jokowi di hadapan warga.

Meski menyadari keterbatasannya sebagai purnatugas, Jokowi tetap berjanji tidak akan lepas tangan. Ia memastikan akan berupaya memberikan bantuan kepada para korban gempa sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya saat ini.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, mempertanyakan urgensi dan motif di balik kunjungan yang baru dilakukan satu bulan setelah bencana tersebut terjadi.

Guntur menuding langkah Jokowi tersebut tak lebih dari sekadar ajang pencitraan dan upaya pengalihan isu.

“Terus ke situ mau ngapain, setelah 1 bulan gempa? Buat percitraan dan foto-foto doang? Buat kabur dari isu pengadilan ijazah palsu dan tidak ada ijazah Gibran?” kritik Guntur merespons kegiatan blusukan mantan Kepala Negara tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *