
Andrea Bocelli akan membawa kembali lagu-lagu dari album Romanza ke Indonesia melalui dua konser pada 2026. Penyanyi tenor asal Italia itu dijadwalkan tampil di kompleks Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada 31 Oktober, kemudian melanjutkan pertunjukan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November.
Kedua konser tersebut menjadi bagian dari Romanza 30th Anniversary Tour, yang menandai tiga dekade sejak album Romanza dirilis pada 1997. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam rangkaian tur tersebut.
Lagu-lagu Romanza dibawakan pada paruh kedua konser
Dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Sabtu (12/9/2026), Bocelli mengatakan dirinya senang dapat kembali menyuguhkan materi dari album yang telah dicintai banyak pendengar.
“Ini adalah album yang telah terjual puluhan juta kopi. Orang-orang sangat mencintainya, dan saya sangat bahagia bisa menyuguhkannya kembali kepada mereka,” kata Bocelli.
Rangkaian pertunjukan akan dibuka dengan karya-karya opera klasik. Lagu-lagu dari Romanza kemudian ditampilkan pada paruh kedua konser. Bocelli menyadari kualitas suaranya mungkin tidak sepenuhnya sama seperti ketika album itu pertama kali dirilis, tetapi ia menilai emosi dan kenangan yang melekat pada lagu-lagu tersebut tetap bertahan.
“Kemungkinan suara saya tidak akan persis sama dengan 30 tahun yang lalu. Tetapi perasaan saat saya menyanyikan lagu-lagu ini, serta kenangan-kenangan yang terbawa bersama lagu-lagu tersebut, semuanya tetap sama,” ujarnya.
Romanza menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan karier Bocelli. Album itu disebut telah terjual hingga 20 juta kopi di seluruh dunia dan memuat sejumlah lagu yang dikenal luas, antara lain “Con te partirò”, “Vivere”, “Caruso”, dan “Time to Say Goodbye”.
Bocelli menyebut “Con te partirò” sebagai lagu yang paling bermakna dari album tersebut. Lagu itu juga dikenal melalui versi duet “Time to Say Goodbye” yang ia bawakan bersama Sarah Brightman. Menurut Bocelli, lagu tersebut mampu bertahan melampaui zaman dan tetap memiliki tempat di hati para pendengarnya.
Dua lokasi dengan konsep pertunjukan berbeda
Pendiri Shoemaker Studios, Prajna Murdaya, mengatakan konser di Borobudur dan Jakarta tidak dirancang sebagai pertunjukan yang sama. Lokasi bersejarah di Jawa Tengah akan memadukan musik dengan warisan budaya Indonesia, sementara konser di JIExpo Kemayoran disiapkan dengan skala serta kualitas produksi berstandar internasional.
“Kami sengaja memilih Borobudur dan Jakarta karena kami tidak ingin menghadirkan konser yang sama dua kali,” kata Prajna.
Ia menambahkan, “Kami ingin merasakan warisan musik yang sama melalui dua suasana yang sangat berbeda.”
Penjualan tiket untuk umum telah dibuka sejak 24 Agustus 2026 melalui platform tiket.com dan situs resmi andreabocelli-indonesia.com. Untuk konser di Candi Borobudur, harga tiket berkisar dari Rp1.250.000 untuk kategori Pearl hingga Rp17.500.000 untuk kategori Diamond. Sementara itu, tiket pertunjukan di JIExpo Kemayoran dijual mulai Rp1.250.000 untuk kategori Pearl sampai Rp15.500.000 untuk kategori Diamond.
