
Berita MotoGP – Pedro Acosta kembali menunjukkan perbedaan level dibandingkan para pembalap KTM lainnya pada MotoGP 2026. Bahkan para teknisi KTM mengaku kesulitan memahami cara pembalap Spanyol itu memaksimalkan RC16 ketika melewati tikungan.
Pedro Acosta terus menjadi pembalap KTM dengan performa paling konsisten sejak bergabung dengan tim pabrikan pada 2025. Keunggulannya kembali terlihat pada MotoGP San Marino di Misano ketika ia finis di posisi ketiga.
Acosta menyelesaikan balapan dengan keunggulan 18,5 detik atas Enea Bastianini yang finis kedelapan. Ia bahkan unggul lebih dari 20 detik dari rekan setimnya, Brad Binder, yang hanya mampu mengakhiri balapan di posisi ke-11.
Kesenjangan tersebut membuat kemampuan Acosta dalam mengendarai KTM RC16 kembali menjadi perhatian. Menurut bos KTM, Pit Beirer, para engineer mereka menemukan sesuatu yang menarik ketika membandingkan data Acosta dengan pembalap lainnya.
Salah satu persoalan yang sedang berusaha diperbaiki KTM adalah posisi crankshaft dan output sprocket pada mesin. Komponen tersebut dinilai membuat RC16 kesulitan ketika berbelok.
KTM berencana mengubah posisi keduanya pada motor bermesin 850cc untuk musim 2027. Namun, Acosta justru mampu mengatasi kelemahan tersebut dengan cara yang belum sepenuhnya dipahami para teknisi.
David Emmett mengungkap penjelasan Beirer dalam Paddock Pass Podcast.
“Dia mengatakan bahwa hal tersebut menghambat kami ketika menikung. Posisi itu perlu dipindahkan agar motor bisa berbelok sedikit lebih baik.”
“Namun Pedro mampu melakukannya. Mereka melihat dalam datanya bahwa dia melakukan hal tersebut, tetapi mereka tidak memahami bagaimana caranya,” ujar Emmett mengutip penjelasan Beirer.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan Acosta mampu berada jauh di depan pembalap KTM lainnya. Pada klasemen MotoGP 2026, Acosta berada di posisi kelima, sedangkan Bastianini menempati posisi ke-12 dengan selisih 117 poin.
Pedro Acosta sendiri mulai frustrasi karena harus terus mengeluarkan kemampuan ekstra untuk membawa RC16 tampil kompetitif. Ia bahkan meminta Binder dan Bastianini meningkatkan performa agar beban mengembangkan potensi motor tidak hanya berada di pundaknya.
Bagi KTM, kemampuan Acosta menjadi petunjuk penting dalam pengembangan motor 2027. Tantangannya adalah memahami apa yang dilakukan sang pembalap agar keunggulan tersebut dapat diterjemahkan menjadi karakter motor yang lebih mudah dimanfaatkan seluruh pembalap.
Artikel Tag: ktm, pedro acosta, motogp 2026
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/motogp/kemampuan-pedro-acosta-saat-menikung-buat-engineer-ktm-heran
