
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menilai pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara berpotensi mengubah arah kebijakan fiskal pemerintah. Perubahan tersebut dinilai perlu diarahkan untuk memperkuat keyakinan pasar terhadap keberlanjutan fiskal Indonesia.
Eko mengatakan, perubahan arah kebijakan fiskal dapat menjadi langkah untuk meredam spekulasi pasar. Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi membawa konsekuensi terhadap target fiskal dan perekonomian nasional.
“Menteri keuangan yang baru kemungkinan memang akan mengubah arah kebijakan, terutama ke arah yang lebih membuat pasar yakin akan keberlanjutan fiskal,” kata Eko Listiyanto dalam wawancara Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, perubahan kebijakan tersebut bertujuan meredakan spekulasi yang berkembang di pasar. Di sisi lain, pemerintah perlu menyesuaikan target-target fiskal dan ekonomi agar lebih rasional.
“Tujuannya agar spekulasi mereda, meskipun juga akan berkonsekuensi ke target-target fiskal dan perekonomian yang lebih rasional,” ujarnya.
Eko menambahkan, kepastian fiskal perlu didukung dengan pengelolaan APBN yang menjaga defisit akhir tahun sesuai target. Pemerintah juga perlu memperhatikan tekanan harga minyak dunia yang berpotensi mempengaruhi kondisi fiskal.
Baca Juga: Hoaks! Suahasil Nazara Disebut Terlibat Korupsi Rp500 Triliun
Baca Juga: ‘Nama Ajaib’ di Rotasi Purbaya Disorot, Suahasil Kini Periksa Ulang Pejabat Pajak
“Jika ingin membuat fiskal kredibel, maka program prioritas beranggaran jumbo harus ditinjau ulang aspek kesiapan dan riil kebutuhan anggarannya,” ujar Eko.
Di sisi lain, percepatan restitusi pajak dan peningkatan daya beli menjadi langkah yang dapat mendukung pemulihan optimisme dunia usaha. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat keyakinan sektor swasta terhadap arah perekonomian nasional.
