
Perseteruan soal hak asuh anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali memanas. Kali ini, Sarwendah angkat bicara setelah merasa sikap diam yang selama ini dipilih justru digunakan untuk membangun narasi yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.
Sarwendah bahkan menyampaikan surat terbuka kepada Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, ia merespons sejumlah pernyataan Minola yang berkaitan dengan persoalan pertemuan Ruben dengan anak-anak hingga perebutan hak asuh yang kini masih berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar,” kata Sarwendah.
Baca Juga: Akui Diteror, Wanita yang Ngaku Dilecehkan Betrand Peto Teriak Minta Perlindungan
Ia kemudian menyinggung persoalan yang menurutnya sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi. Sarwendah mengatakan sejak awal dirinya tidak pernah melarang Ruben bertemu dengan anak-anak mereka.
“Jadi, Pak Minola, masalahnya kan mau ketemu anak-anak. Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak. Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya. ,” ujarnya.
Namun, Sarwendah mengaku justru muncul narasi bahwa dirinya mempersulit Ruben untuk bertemu anak-anak. Ia juga membantah tudingan telah mendoktrin atau memengaruhi anak-anak.
“Tapi, saya malah dinarasikan mendoktrin dan memengaruhi anak-anak. Silakan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah memengaruhi anak-anak atau tidak,” sambung Sarwendah.
Baca Juga: Demi Usut Kebenaran Dugaan Pelecehan Betrand Peto, Ruben Onsu Diam-diam Lakukan Ini
Tak berhenti di situ, Sarwendah turut menyoroti penyebaran video dirinya ketika sedang marah-marah. Menurut dia, video tersebut disebarkan tanpa menyertakan konteks mengenai kejadian sebenarnya.
Ketika pihaknya memberikan bukti untuk menjelaskan konteks video tersebut, Sarwendah mengatakan Minola justru kembali menyampaikan narasi lain yang menurutnya tidak berkaitan dengan persoalan awal. Ia juga menyebut pengacara tersebut tidak memberikan klarifikasi.
“Saya pun sudah melakukan hasil tes kesehatan sesuai dengan permintaan Pak Minola. Karena sebagai seorang ibu, saya memiliki kewajiban untuk memastikan kesehatan dan keamanan anak-anak saya. Kalau memang itu bukan persoalan, kenapa permintaan itu terus dihindari?” ucapnya.
Atas berbagai persoalan tersebut, Sarwendah meminta Minola lebih fokus pada proses hak asuh anak yang kini tengah berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia juga membuka ruang untuk menyelesaikan polemik tersebut secara langsung tanpa harus melibatkan media.
“Kalau Anda seyakin itu, menang di pengadilan, tidak perlu Anda framing saya dengan narasi yang tidak benar. Cukup kasih bukti di pengadilan. Karena apa yang Anda lakukan sekarang bukan hanya berdampak kepada saya, tapi juga kepada anak-anak saya,” imbuh Sarwendah.
Sarwendah kemudian menegaskan bahwa persoalan antara orang tua dan anak semestinya tidak perlu semakin melebar dengan berbagai narasi. Menurutnya, pertemuan Ruben dengan anak-anak dapat dibicarakan secara langsung.
“Seharusnya Anda bisa menyelesaikan secara sederhana. Pertemukan ayahnya dengan anak-anaknya.
Jangan buat narasi yang tidak benar, yang tidak pernah akan ada ujungnya,” pungkas Sarwendah.
