Wednesday, September 16News That Matters

Suahasil Jadi Menkeu, MUI Minta Zakat Jadi Tax Credit Bukan Sekadar Pengurang Pajak


Wacana Berita, Jakarta –

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara untuk memperkuat peran ekonomi dan keuangan syariah dalam kebijakan fiskal nasional. MUI berharap instrumen ekonomi umat tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi dapat diintegrasikan ke dalam kerangka manajemen keuangan negara.

Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI KH Cholil Nafis mengatakan potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar dan membutuhkan dukungan kebijakan agar dapat berkontribusi lebih luas terhadap pembangunan nasional. Suahasil resmi menjabat Menkeu setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026.

“Saya berharap Pak Suahasil bisa mendorong, memaksimalkan ekonomi syariah. Kekuatan ekonomi umat tidak hanya sebagai konsumen, tapi menjadi penopang tentang pembangunan Indonesia,” ujar Cholil dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Cholil, penguatan ekonomi syariah membutuhkan konsolidasi berbagai instrumen yang selama ini berjalan secara terpisah, mulai dari perbankan syariah, industri halal hingga dana sosial keagamaan.

Ia mengusulkan pembentukan Danantara Syariah kepada CEO Danantara Rosan Roeslani sebagai wadah untuk mengonsolidasikan potensi ekonomi umat.

“Kami sudah sampaikan kepada Pak Rosan, CEO Danantara, agar dibentuk Danantara Syariah untuk mengkonsolidasi ekonomi umat,” kata Cholil.

Gagasan Danantara Syariah sebelumnya juga telah disampaikan Cholil kepada Rosan dalam pertemuan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pada 10 September 2026. MUI menyebut gagasan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi desain kelembagaan yang konkret.

Selain konsolidasi ekonomi syariah, MUI mendorong perubahan skema perlakuan zakat dalam sistem perpajakan. Cholil berharap zakat dapat menjadi tax credit atau pengurang pajak secara langsung, bukan hanya sebagai pengurang penghasilan kena pajak.

“Kita berharap zakat dijadikan sebagai pajak tax credit. Sehingga orang membayar zakat ada motivasi keagamaan, ada motivasi kenegaraan,” ujarnya.

Skema tersebut, menurut Cholil, dapat memperkuat insentif masyarakat dalam memenuhi kewajiban zakat sekaligus kewajiban sebagai warga negara.

Di sisi lain, MUI meminta Suahasil menjaga tata kelola APBN agar tetap sehat dan kredibel. Cholil juga mengingatkan pemerintah untuk menghindari ketergantungan berlebihan terhadap utang.

“Saya ucapkan selamat kepada Pak Suahasil Nazara yang dilantik sebagai Menteri Keuangan. Beliau bukan orang baru, lama di Badan Fiskal, jadi Wakil Menteri sampai sekarang. Tolong dijaga kepercayaan publik, termasuk untuk menata, mengamankan APBN. Hindari banyak ngutang,” katanya.

Baca Juga: Usai Sertijab, Menkeu Suahasil Fokus Kawal KSSK dan Agenda Banggar

Baca Juga: Diganti Suahasil Nazara, Purbaya Ungkit Soal Kontraknya Setahun Lalu: Dulu Kan Sudah Tanda Tangan…

Baca Juga: Pemerintah: Kami Yakin Menkeu Suahasil akan Sangat Berhasil, Kelebihannya Dua…

Cholil juga mendorong diversifikasi sumber penerimaan negara. Menurutnya, penerimaan tidak semestinya hanya bertumpu pada pajak perorangan, tetapi dapat diperkuat melalui optimalisasi sumber daya alam (SDA), peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pajak korporasi dengan tetap menghindari beban pajak berganda.

Dorongan tersebut sejalan dengan mandat awal Suahasil sebagai Menkeu untuk menjaga keuangan negara dan memastikan APBN tetap berfungsi sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas perekonomian. 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *